Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata “inovasi”?
Pasti kalian sudah sering mendengar hal ini.
Bahkan mungkin pemikiran kita sama.
Bahwa inovasi di zaman sekarang sudah berubah status dari sebuah kelebihan jika memilikinya menjadi sebuah keharusan untuk dimiliki.
Saat ini, tidak berinovasi artinya tidak bertumbuh, bahkan bisa menjadi mati.
Dulu sebuah bisnis atau seseorang yang inovatif akan dianggap spesial, namun belum menjadi sebuah urgensi.
Dalam bahasa lain, tidak mengapa jika belum memiliki kemampuan tersebut.
But now the game has changed.
Justru inovasi adalah cara untuk bisa bertahan dalam persaingan saat ini yang tanpa batasan.
Apple tetap bertahan ketika dia terus berbeda dengan inovasi dan teknologinya.
Hal sebaliknya terjadi pada Blackberry yang tetap bertahan dengan produknya.
Hukum dan fenomena ini juga berlaku dalam kehidupan kita semua.
Inovasi tidak dapat tumbuh atau dilatih dalam waktu satu dua hari.
Inovasi haruslah menjadi sebuah gaya hidup.
Inovasi haruslah ditumbuhkembangkan di sekitar lingkungan kita.
Inovasi haruslah menjadi sebuah budaya.
Lalu bagaimana cara melakukannya?
Apalagi menjadikannya sebagai sebuah kebudayaan dalam organisasi kita.
Mari kita mengacu pada salah satu perusahaan inovatif saat ini: Google.
2. Beri Kebebasan
Google menyadari bahwa tidak semua orang bisa bekerja dalam kondisi tenang, ada yang menginginkan sebaliknya. Tidak semua orang bisa menerima deadline mendadak, ada yang mau pemberitahuan beberapa hari sebelumnya. Maksud dari kebebasan di sini adalah memberikan keleluasaan kepada anggota tim untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cara yang mereka sukai, selama masih bisa bertanggungjawab dan sesuai dengan etika perusahaan yang berlaku.
3. Pastikan Setiap Anggota Memiliki Motivasi Sendiri
Google selalu mencari orang yang punya tujuan dan value hidup. Terutama prinsip tidak pernah puas untuk belajar serta selalu ingin berkembang. Tidak ada motivasi yang lebih baik selain yang datang dari diri sendiri. Karena itulah mereka selalu berusaha agar setiap elemen yang ada dalam diri Google memilikinya.
4. Mendorong untuk Berani Mengambil Resiko
Kemampuan suatu tim untuk mengambil risiko berhubungan dengan kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar, efektivitas dan perkembangan tim akan meningkat. Hal ini juga berguna untuk membangun kerja sama tim yang baik. Google tidak pernah menyalahkan karyawannya atas sebuah risiko yang diambil dari suatu tindakannya. Karena setidaknya mereka bisa belajar dan berani untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Penjelasan lebih lanjut bisa kalian lihat di sini.
Bukti dari pentingnya inovasi memang sudah tidak perlu kita ragukan lagi.
Mungkin banyak dari kita yang sudah mencoba dalam membangun budaya ini.
Tapi seringkali, masih banyak dari kita yang salah dalam melakukannya karena belum mengerti makna dan arti sesungguhnya dari budaya inovatif itu sendiri.
Budaya inovatif bukan bersifat selaras, akan tetapi bersifat paradoks, hal ini untuk menjaga agar budaya ini justru tidak menjadi racun di dalam organisasi
Masih bingung?
Yuk, simak penjelasan lebih detailnya!
Toleransi Kegagalan, Tanpa Ampun untuk Ketidakmampuan
Inovasi pada dasarnya akan meningkatkan frekuensi kegagalan kita, sehingga kita harus siap menerima konsekuensi dari hal tersebut. Perusahaan inovatif seperti Google pernah gagal dengan produk Google Glass-nya.
Akan tetapi toleransi ini juga harus diikuti dengan standar kinerja yang tinggi dan tidak membiarkan ketidakmampuan menjadi penyebab kegagalan inovasi. Dalam aplikasinya, kita perlu mencari talenta terbaik dan memastikan mereka bisa bekerja sesuai kapasitasnya.
Hal ini tidak mudah diterapkan di Indonesia, terutama pada perusahaan BUMN dan para ASN. Di mana jika tidak ada pelanggaran berat, seseorang akan tetap mendapatkan haknya meskipun tidak mampu melakukan apapun.
Oleh karenanya perlu ada perbaikan dalam sektor ini. Agar budaya inovatif bisa diaplikasikan dengan baik kepada setiap elemen perusahaan.
Adanya Ruang untuk Diskusi tetapi dengan Tanggung Jawab
Budaya inovatif menuntut adanya komunikasi yang baik dan terbuka dengan setiap anggotanya tanpa terkecuali. Harus ada suatu jaminan bahwa mereka dapat berbicara dengan aman dari perasaan tersinggung atau pembalasan tanpa alasan.
Hal ini masih banyak kita temui di perusahaan atau organisasi konvensional di mana hak untuk berbicara masih bersifat hirarkis dari posisi atau usia kontribusinya di organisasi tersebut.
Namun, hal ini juga harus dibarengi dengan pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan dan memiliki alasan kuat di belakangnya. Sehingga setiap komunikasi yang terjadi bukan semata atas opini pribadi atau berasal dari emosi, tetapi berdasarkan fakta dengan logika yang bisa diterima.
Hal ini juga sering kita temui saat ini di mana banyak orang menyalahgunakan kebebasan berbicara untuk menyerang pihak yang tidak disukainya dengan alasan yang tidak berdasar atau hanya berasal dari emosi semata.
Penerapan Organisasi Linier dengan Leadership yang Kuat
Beberapa perusahaan startup yang ada di Indonesia saat ini menerapkan struktur organisasi linier agar terciptanya kebebasan dan keleluasaan bagi siapapun untuk bisa menyuarakan pendapatnya bagi kemajuan perusahaan.
Maksud dari organisasi linier adalah setiap orang dihargai berdasarkan kompetensi dan kontribusinya, bukan dari gelar, jabatan ataupun lama bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu juga komunikasi yang linier menghasilkan respon yang lebih cepat dan berakibat pada pengambilan keputusan yang bisa segera dilakukan.
Tetapi dengan kondisi seperti ini, tetap dibutuhkan suatu kepemimpinan yang kuat agar aktivitas yang dilakukan tetap berjalan sesuai dengan koridor perusahaan. Salah satunya adalah dengan memiliki visi yang bisa tersampaikan dan dilaksanakan secara bersama-sama.
Penjelasan mengenai paradoks dalam budaya inovatif bisa kalian lihat di sini.
Yup, kita tahu.
Tidak semudah itu dalam melakukannya.
Untuk bisa menjadi seorang inovatif dalam satu hari saja mungkin butuh tenaga ekstra.
Apalagi jika membuatnya menjadi sebuah budaya.
Karenanya, Perlu sebuah konsistensi dan persistensi dalam melakukannya.
Karena budaya lahir dari kebiasaan yang dilakukan secara baik dan terus menerus.
Punya pertanyaan atau masukan terkait budaya inovatif?
Mari berdiskusi bersama di kolom komentar atau melalui kontak yang tertera.
Terima kasih telah membaca.
Dan jangan lupa bagikan artikel ini agar makin banyak yang merasakan manfaatnya ya!
Good day, Friends!






