Kondisi pandemic saat ini membuat banyak bisnis bertumbangan
Terutama untuk yang membutuhkan kontak fisik atau tatap muka langsung
Memang sih banyak juga yang akhirnya mencoba menyiasati kondisi saat ini
Seperti bisnis makanan yang akhirnya fokus kepada online delivery
Atau bisnis jasa yang akhirnya menggunakan virtual dan aplikasi tatap muka secara online
Tapi ga semua bisnis bisa dibuat demikian
Bisnis hotel, venue olahraga atau coworking space misalkan
Karena value yang ditawarkan adalah tempat itu sendiri, dan ga mungkin untuk dipindahkan secara online. Setidaknya untuk saat ini
Atau bisnis yang membutuhkan kontak fisik
Seperti pijat dan salon, ga semuanya bisa merubah bisnisnya menjadi delivery service.
Terutama yang memang menggunakan alat alat yang tidak mungkin dipindahkan.
Nah pertanyaannya
Bagaimana solusi agar bisnis tetap berjalan dan mampu menghidupi orang banyak?
Dengan ketidak jelasan kapan ini akan berakhir
Dan mungkin pemerintah kita yang juga berada dalam kondisi simalakama
Tetap lockdown namun dengan resiko kondisi keuangan negara ga akan bisa terlalu lama untuk diandalkan, mungkin hanya cukup maksimal hingga bulan oktober
Atau berangsur angsur kembali memulai new normal
Dan mengajak seluruh warga indonesia untuk hidup berdamai dengan corona
Seperti bagaimana kita berdamai dengan cacar, Aids, dan penyakit lain yang tetap ada saat ini
Daripada berharap dengan ketidakpastian
Mungkin ada baiknya jika kita berusaha untuk merubah nasib kita sendiri
Toh itu memang kodrat dari seorang entrepreneur kan
Jadi ini adalah tantangan terbesar yang harus kita lewati untuk bisa menjadi lebih baik
Sebagai sesama orang yang menjalankan bisnis
Gw mungkin bisa sharing apa yang diterapkan di bisnis gw
Untuk menghadapi situasi seperti ini
Dan itu adalah BERUBAH
Entah secara perlahan, atau radikal
Entah dalam skala kecil, atau besar
Tapi yang jelas, dengan kondisi new normal yang berubah
Maka kita juga harus berubah
Gw coba memberikan beberapa contoh bisnis yang melakukan perubahan secara radikal
Dalam artian, mereka melakukan pivot pada bisnisnya secara menyeluruh
Dan ternyata perubahan itu yang membuat mereka bisa bertahan hingga saat ini
Gw yakin kalian cukup mengenal dengan baik mereka kok
Tapi mungkin belum tau fakta perubahan yang dilakukan untuk menyelamatkan bisnis nya
Samsung

Siapa sangka perusahaan gadget dan elektronik terbesar di dunia ini dari korea ini ternyata awalnya adalah sebuah bisnis yang menjual mie dan ikan kering.Samsung yang menjual mie itu didirikan pada tahun 1938 oleh Lee Byung-Chull dengan modal sekitar US$ 25 saja.
Dan di tahun 1969, Samsung melakukan sebuah langkah besar untuk masuk ke industri elektronik setelah bisnis sebelumnya kurang memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan harapan Lee Byung-Chull.
Andaikan keputusan besar tersebut tidak diambil
Dan memilih untuk tetap bertahan dengan bisnis mie dan ikan keringnya
Mungkin nama samsung ga akan pernah kita dengar di seluruh dunia
Wrigley

Pecinta permen karet pasti familiar dengan brand ini terutama rasa doublemint berwarna hijau. Wrigley junior sang pendiri perusahaan ini awalnya meneruskan bisnis ayahnya yang juga memakai nama wrigley sebagai perusahaan yang memproduksi sabun dan baking powder di philadelphia.
Lalu Pada tahun 1891, saat berusia 30 tahun, ia pindah ke Chicago bersama anak-istrinya dan membuka cabang baru perusahaan. Di sana, ia menyadari bahwa permen karet yang ditawarkan bersama sabun yang ia jual, lebih disukai orang-orang. Dan akhirnya,pada tahun 1893, ia mengambil resiko untuk meninggalkan industri sabun dan memasuki usaha permen karet.
Toyota

Mendengar kata Toyota pasti langsung terasosiasi dengan industri otomotif. Perusahaan asal jepang ini memang jadi salah satu raksasa terutama di pasar Indonesia Kayaknya hampir tidak mungkin jika dalam satu hari kita tidak melihat mobil atau motor toyota berada di jalan jalan besar hingga masuk ke gang perkampungan.
Tapi sepertinya banyak yang belum mengetahui bahwa Toyota dulunya merupakan perusahaan yang bergerak di industri tekstil dengan cara memproduksi mesin jahit di awal 1900 an.
Berawal dari penemuan sebuah mesin tenun oleh Sakichi Toyoda, pendiri perusahaan. Sakichi mengembangkan industrinya dan mematenkan produk dari mesin tenun tersebut. Berbagai jenis mesin berkembang dan diperbanyak. Hingga akhirnya ditemukan mesin Jidoka yang bisa berhenti sendiri ketika ada gangguan teknis. Dari Sakichi kemudian menurun ke anaknya, Kiichiro Toyoda
Di tangan kiichiro lah, akhirnya melalui inovasi dan pengembangan berdasarkan kondisi saat itu, Pada 1933, mulai dibentuk divisi yang membantu menghasilkan mobil Pabrik Tenun Toyoda. Dan 4 tahun setelahnya, divisi ini memisahkan diri dari Toyoda untuk fokus dalam industri mobil.
Ketiga bisnis yang gw sampaikan ini
Tentu jadi contoh nyata bahwa kadang bisnis memang harus selalu berevolusi
Dan bahkan terkadang berubah secara radikal
Namun itu bukanlah merupakan suatu kegagalan karena bisnisnya tidak berkembang
Sebaliknya justru menjadi tanda bahwa kita adalah seorang yang selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kondisi yang terjadi saat ini.
Sebagai penutup
Gw juga merekomendasikan sebuah film dari thailand berjudul the billionaire
Diadaptasi dari kisah nyata itthipat Peeradechapan, seorang pria asal Thailand yang sejak 16 tahun sudah memiliki jiwa bisnis dengan berinvestasi melalui game online , lalu berganti menjadi penjual kacang goreng, hingga akhirnya sukses dengan bisnis rumput lautnya yaitu Tao Kae Noi yang saat ini banyak terdapat di minimarket seluruh Indonesia
Last but not least
Semoga kita bisa melalui ini semua dengan baik
Tetap jaga kesehatan
Dan jangan pernah ragu untuk beradaptasi dengan perubahan
Let me know if you need some help
Will love to help you soon.

