Suatu malam di bulan April 2020
Disaat Indonesia dan juga seluruh dunia masih berjuang dengan pandemic Covid 19
Tulisan ini lahir, terinspirasi setelah gw membaca sebuah buku “The Subtle Art of Not Giving a Fuck” dari Mark Manson yang mengklaim dirinya sebagai sebuah pendekatan paling realistis dalam menjalani hidup
Sukses, Kesuksesan, Orang yang sukses.
Hampir semua orang yang memiliki akal sehat akan mengejar kata kata ini
Menjadikannya tujuan dan alasan kenapa seseorang hidup di Dunia
Ketika berhasil, maka orang itu akan bahagia dengan pencapaiannya
Begitupun sebaliknya
Tapi cara orang menilai kesuksesan itu berbeda beda
Tergantung dari berbagai faktor yang ada di dalam diri maupun di sekitarnya
Ada yang merasa sukses dengan mendapatkan harta
Ada yang merasa sukses dengan mendapatkan tahta
Atau seperti Hamish Daud yang mendapatkan seorang Raisa
Mereka berdua bahagia kan ya ?
Anyway, Buku yang gw sebutkan tadi
Memberikan cerita dari 2 Band yang sebagian besar dari kita akan familiar dengannya
Mungkin tidak dengan orangnya, tapi mendengar nama kedua Band ini, sulit menemukan orang yang tidak mengetahui, atau setidaknya mengetahui namanya.
Cerita bermulai dari perjalanan seorang gitaris di tahun 1983.
Saat itu Dia mendapatkan sebuah kenyataan bahwa Band yang telah dia bangun secara mendadak mengeluarkan dirinya secara tiba tiba tanpa ada alasan yang jelas.
Padahal kondisinya saat itu, mereka baru saja mendapatkan kesempatan untuk melakukan rekaman album pertama dengan sebuah label besar.
Mendapati hal ini, Dia pun bersumpah kepada dirinya untuk membalas apa yang dilakukan oleh Band tersebut, dengan menjadi lebih sukses dan berharap nantinya hal itu akan membuat mereka menyesal telah mengeluarkan nya.
Singkat cerita, perjuangan nya membuahkan hasil
Band baru bentukannya berhasil mendapatkan kesempatan untuk membuat album pertama
Dan saat ini, mungkin bisa dianggap sebagai salah satu Band Legendaris di genrenya
Oia, sosok gitaris yang kita ceritakan sejak tadi bernama Dave Mustaine
Orang yang berpengaruh besar dalam sejarah genre musik heavy metal
Bersama dengan Band nya yang Mendunia, Megadeth
Sayangnya kehidupan tidak selamanya berjalan seperti cerita di Universe Disney
Dave harus menerima kenyataan bahwa Band yang telah mengeluarkan nya dulu
Tidak bisa dikatakan menyesal telah mengeluarkan Dave
Karena dengan lagu Nothing Else Matter, dan Enter Sandman Nya
Band lamanya, Metallica mungkin bisa dibilang adalah Band rock terbesar sepanjang masa.
Penasaran dengan bagaimana reaksi Dave saat ini?
Dalam sebuah wawancara pribadinya, Sang Gitaris ini mengakui bahwa dia masih menganggap dirinya sebuah kegagalan dan hidup dalam bayang bayang kesuksesan Metallica.
Sekalipun dengan statusnya saat ini sebagai salah satu musisi terbaik
Namun, bagi Dave, ia adalah seorang gitaris yang tidak layak bagi Metallica
Kita berhenti dari kisah Dave sejenak
Untuk masuk ke cerita musisi lainnya, seorang pemain drum asal Liverpool dari sebuah Band beranggotakan 4 orang yang pada tahun itu sedang menjadi perbincangan di seluruh Inggris.
Nama sang pemain Drum ini pun tidak luput dari pembicaraan publik
Dengan wajahnya yang paling tampan dan disukai oleh para wanita, serta bisa dibilang sebagai Anggota yang paling bersih karena tidak gonta ganti pacar, memakai obat obatan, dan hal lainnya. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa Dia lebih cocok untuk menjadi ikon Band ini dibanding leader mereka sang Gitaris maupun Vokalis mereka.
Mendapati hal tersebut
Ketiga anggota ini konon bersekongkol untuk memaksa manajer mereka mengeluarkan Pete, Nama dari sang Drummer idola wanita ini. Dan akhirnya hal itu menjadi kenyataan
Tanpa alasan yang jelas, Manajemen akhirnya mengeluarkan Pete dan menggantinya dengan seorang Drummer nyentrik bernama Ringgo, yang dianggap lebih cocok secara penampilan dan karakternya dengan ketiga anggota lainnya
Mau tau gimana kondisi Pete saat ini ?
Dalam sebuah wawancara, ternyata Pete mengeluarkan statement bahwa
Dia lebih bahagia dengan kondisi sekarang dibanding jika saat itu tetap berada menjadi bagian dari The Beatles.
Bentar bentar, aga membingungkan ya ?
Tapi itulah kenyataannya.
Pete mengungkapkan jika situasi pemecatan dan depresinya lah yang akhirnya menuntunnya untuk bertemu dengan sang Istri. Dan membuat nilai nilai hidupnya berubah. Menurutnya, ketenaran dan nama besar pastinya menyenangkan. Tapi untuknya, apa yang dimilikinya saat ini jauh lebih berharga ; sebuah keluarga yang hangat dengan kehidupan yang sederhana tanpa adanya masalah besar di hidupnya. Toh dia pun masih sempat bermain Drum dan berkeliling Eropa hingga merekam banyak Album.
Pete mungkin kehilangan ketenaran dan sanjungan, tapi hal itu ga terlalu berarti dibandingkan apa yang dimilikinya saat ini. Well, setidaknya dia ga punya fans gila yang menuntunnya pada sebuah kejadian penembakan paling fenomenal di sejarah musik umat manusia.

